Berita TerbaruBerita UtamaEkonomi & BisnisMinutNasionalPertanianSulawesi UtaraTNI

Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Kikav 10/MSC Sulap Lahan Markas Jadi Kebun Produktif

×

Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Kikav 10/MSC Sulap Lahan Markas Jadi Kebun Produktif

Sebarkan artikel ini

MINUT,MANADONEWS.CO.ID-Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kompi Kavaleri (Kikav) 10/Manguni Setia Cakti terus memaksimalkan pemanfaatan lahan kosong di sekitar markas untuk disulap menjadi lahan pertanian produktif. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pokok dan membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Satuan Kikav 10/MSC diketahui tengah mengembangkan program budidaya tanaman pangan, peternakan, dan perikanan yang berlokasi di area Markas Kikav 10/MSC, Desa Wori Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketersediaan pangan internal satuan, namun juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

MANTOS

Dankikav 10/MSC Kapten Kav Frans Tamba Raja Purba menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi aktif TNI Angkatan Darat dalam menjaga ketersediaan pangan. Kehadiran kebun produktif ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung kebutuhan logistik internal di lingkungan markas, tetapi hasil panennya juga didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi media edukasi dan percontohan bagi masyarakat sekitar tentang bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan kosong menjadi area yang lebih produktif dan bermanfaat secara ekonomi,” kata Dankikav 10/MSC Kapten Frans Tamba Raja Purba kepada Manadonews.co.id, melalui pesan berbasis data WhatsApp, Sabtu (23/5/2026).

Frans mengatakan bahwa dalam kesehariannya, personel Kikav turut aktif mengelola lahan, kandang ayam, dan kolam ikan dengan menggunakan peralatan pertanian sederhana. Hal ini dinilai sebagai bentuk kemandirian satuan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Adapun kegiatan budidaya yang dilakukan meliputi pemanfaatan lahan kosong untuk menanam jagung, beternak ayam petelur, serta membudidayakan ikan air tawar seperti nila,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa proses pengolahan lahan hingga masa panen turut melibatkan sinergi antara personel TNI dan warga setempat. Melalui semangat gotong royong ini, kemanunggalan antara TNI dan rakyat diharapkan semakin erat.

“Ke depannya, lahan-lahan tersebut akan terus dikelola secara berkelanjutan. Dengan adanya inisiatif ini, satuan Kikav 10/MSC membuktikan bahwa sektor pertahanan dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan ketahanan nasional yang tangguh dari tingkat daerah,” tandasnya.

Program ini juga menjadi salah satu langkah konkret Kikav 10/MSC dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan melalui optimalisasi potensi lahan dan sumber daya yang ada (Regina.TS)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop