BITUNG,MANADONEWS.CO.ID– Sebagai langkah nyata memperkuat kesiapsiagaan tanggap darurat, prajurit Yonif TP 916/Bara Sakti melaksanakan latihan dan praktik langsung teknik pemadaman api bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bitung.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 18–19 Juni 2026 tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung, Rudy Ponamon didampingi Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung, Nimbrot Polontoh.
Bertempat di area latihan Markas Yonif TP 916/Bara Sakti, Jalan SH. Sarundajang, Kelurahan Manembo-Nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, para prajurit dibekali dengan berbagai materi teknis serta praktik langsung mengenai pengoperasian peralatan, simulasi pemadaman, dan prosedur darurat.
Latihan pemadaman kebakaran ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan prajurit dalam menghadapi potensi bencana kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, baik di lingkungan satuan maupun di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, para prajurit dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi serta menangani kebakaran secara cepat, tepat, dan aman. Latihan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan keberanian, ketangguhan, disiplin, serta kepercayaan diri prajurit dalam menghadapi situasi darurat yang melibatkan api.
Danyonif TP 916/Bara Sakti Mayor Inf Aditya Yoga Pramana menegaskan, kemampuan dasar penanggulangan kebakaran ini sangat penting dikuasai oleh prajurit Yonif TP 916/Bara Sakti sebagai bagian dari kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
“Prajurit tidak hanya dituntut siap dalam operasi militer, tetapi juga harus memiliki keahlian tanggap bencana di tengah masyarakat, termasuk menguasai teknik pemadaman saat terjadi insiden kebakaran,” ungkapnya.
Danyonif mengatakan, latihan gabungan ini merupakan wujud nyata penguatan sinergi antara satuan Yonif TP 916/Bara Sakti dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bitung dalam membangun kesiapsiagaan operasional. Kolaborasi strategis ini bertujuan menciptakan personel yang tangguh, profesional, dan cepat tanggap dalam merespons berbagai ancaman keadaan darurat maupun bencana kemanusiaan di wilayah Kota Bitung.
“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat tercipta lingkungan yang lebih aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi kebakaran, baik bagi personel yang berada di lingkungan Batalyon maupun masyarakat di sekitar satuan,” pungkasnya. (Regina.TS)












