Rakor Soonosis Ini Digelar Biro Kesra Untuk Cegah Bahaya Virus

  • Whatsapp

Manado, MN – Virus Soonosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan seperti Anjing, Kucing serta Serangga (Nyamuk) ini terkenal berbahaya yang efeknya berdampak langsung kepada masyarakat khsusnya di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) secepatnya pada pekan ini akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Plt Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulut, dr Devi Kartika Kandouw-Tanos menjelaskan kepada wartawan, Selasa (14/03) di ruang kerjanya bahwa tujuan pelaksanaan rakor tersebut pada guna memberikan solusi penanganan/pencegahan dan pemahamam lebih akan dampak dari penyakit tersebut

“Penyakit yang di tularkan melalui hewan terutama (hewan) yang dikenal akrab dengan manusia. Informasi ini juga berhubungan dengan Kesra karena menyangkut taraf hidup manusia, dengan cara penanganya kepada korban apakah menenuhi standart medis atau tidak, karena jika penanganan salah nanti berdampak pada kematian korban akibat virus dari gigitan atau cakaran hewan peliharaan,” jelas isteri dari Wakil Gubernur Sulut, Seteven Kandouw.

Baca Juga:  RSUP Kandou Soft Opening Ruang Pendidikan Radiologi Faked Unsrat

Rakor tersebut juga menurut Devi mengajak semua pemmerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kota di Provinsi Sulut, untuk nantinya bisa membentuk suatu peraturan/penanganan pemeliharaan hewan-hewan khususnya yang akrab dengan manusia.

“Ini juga harus melibatkan pemerintah Kabupaten Kota sebagai tempat masyarakat tinggal,” ujarnya.

Diketahui, dari 15 kabupateb kota di Sulut, baru satu daerah yang sudah memiliki Perda tentang penanganan penyakit Rabies, yaitu di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang populasi anjing di daerah tersebut dikenal cukup tinggi. (tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *