Kejati Sulut Tetapkan Dua Tersangka Kasus KUR BRI

SULUT,Manadonews.co.id-.Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya menetapkan tersangka SJT alias Aya dan AHP alias Midun dalam kasus Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Hal ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : Print-01/R.1/Fd.1/06/2019 tanggal 06 Juni 2019 terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pemberian Kredit Program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan Non KUR Tahun 2016-2017 pada Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Boulevard Manado.

Bacaan Lainnya

Kasus ini mulai mencuat tahun 2016 – 2017 Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Boulevard Manado saat menyalurkan kredit beberapa jenis program.

Diketahui, dalam penyalurkan Kredit Program, yakni untuk Kredit Pangan Non KUR dan Kredit KUR RITEL, penyaluran Kredit Program pada Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Boulevard Manado dilaksanakan oleh pegawai BRI dengan Jabatan Account Officer.

Baca Juga:  Kajati Sulut Hadiri FGD Kejaksaan RI Dengan '' KPK '' Hongkong

Terhadap penyaluran Kredit Pangan Non KUR dan Kredit KUR RITEL pada tahun 2016-2017 terdapat masalah, antara lain tidak terbayarkannya angsuran kredit terhadap beberapa debitur yang menggunakan syarat kredit palsu atau tidak sesuai dengan Usaha yang ada kemudian menjadi Non Perrforming Loan atau kredit macet.

Setelah dilakukan Audit Investigasi kredit, ternyata bermasalah karena semua di prakarsai oleh Account Officer yang Tersangka SJT alias aya.

Berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-951/R.1/Fd.1/07/2019 tanggal 2 Juli 2019 tas nama tersangka SJT alias AYA selaku Account Officer
Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Boulevard Manado yang memprakarsai Kredit bermasalah / fiktif dengan kewenangannya melakukan persetujuan atas kredit yang diajukan dengan persyaratan Palsu.

Selain itu pula berdasarkan Surat Penetapan Tersangka berdasarkan Nomor : B-952/R.1/Fd.1/07/2019 tanggal 2 Juli 2019 Atas nama tersangka AHP alias Midun selaku Pihak ke tiga (brokoer/ Perantara) yang melakukan pengajuan Kredit bermasalah / fiktif dengan membuat surat persyaratan palsu.

Atas Perbuatan ini, para persangka tersebut penyaluran Kredit Pangan Non KUR dan Kredit KUR RITEL pada tahun 2016-2017 ditemukan masalah, yakni tidak terbayarkannya angsuran kredit terhadap beberapa Debitur yang menggunakan syarat kredit Palsu atau tidak sesuai dengan Usaha yang ada kemudian menjadi Non Perrforming Loan atau kredit macet hingga bulan April 2018 negara ksebesar Rp. 4.543.033.604.- (empat milyar limaratus empat puluh tiga juta tiga puluih tiga ribu enam ratus empat rupiah).

Baca Juga:  Kejati Sulut Melakukan Kunker di Kantor Kejari Kotamobagu

Dikatakan Kasi Penkum Kejati Sulut Yoni E Mallaka, SH bahwa penyidik kajati melakukan penahanan kepada kedua tersangka masing-masing selama 20 (dua puluh) hari.

“Mereka ditahan 20 hari, terhitung mulai tanggal 2 Juli 2019 sampai dengan tanggal 21 Juli 2019,” ujarnya.

Menurutnya, penahanan tersebut berdasarkan Pasal yang disangkakan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 9 dan Pasal 11 dan Pasal 18 ayat (1), (2), (3), No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

“Atas dasar itulah kejaksaan tinggi sulawesi utara melakukan penahanan terhadap tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup ,Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 KUHP Ayat (1),” pungkasnya.
(Ben)

Pos terkait