Berita UtamaManado

Di Manado, Transaksi Produk ini Berlangsung di Tempat Terbuka

×

Di Manado, Transaksi Produk ini Berlangsung di Tempat Terbuka

Sebarkan artikel ini
Transaksi kondom di TKB Manado/Foto: Manadonews/Fik

MANADO, MANADONEWS – Fenomena dunia malam di Kota Manado, sudah bukan rahasia lagi.

Sejumlah titik menjadi tempat ‘nongkrong’ para Butterfly, saat malam mulai larut, dan itu diketahui oleh publik yang lalu lalang.

MANTOS

Pemandangan itu, meski dinikmati oleh para ‘pemburu,’ jujur saja, sangat tidak edukatif, mengingat yang melihat, termasuk anak – anak kecil, yang kebetulan melintas di depan ‘posko – posko’ darurat itu.

Dengan bertambahnya jumlah para ‘pekerja malam’ dengan kombinasi ‘senior – junior,’ penggunaan alat pengaman(kondom), lantas menjadi meningkat.

Meningkat, apalagi konsumen datang juga dari kalangan Waria, yang juga mengalami peningkatan jumlah.

Yang membuat geleng kepala, tranksaksi alat pengaman, ternyata berlangsung juga secara transparan, pun di tempat terbuka.

Penelusuran manadonews.co.id, menemukan transaksi kondom berlangsung tidak secara tertutup.

Tepat di lokasi Taman Kesatuan bangsa (TKB) Manado, sekitar pukul 23.00 Wita, sekelompok orang tiba dan langsung mengambil tempat agak ke tengah, membuka tas dan mengeluarkan alat pengaman kemudian diletakkan di atas tempat duduk.

Tak lama berselang para ‘wanita malam,’ dan beberapa Waria langsung mendekat. Dan tanpa rasa malu atau risih, langsung bertransaksi sambil mengeluarkan kalimat bertanya terkait ‘jenis’ dan harga, sebagaimana layaknya komunikasi antara pembeli dan penjual.

Faktanya, trransaksi itu disaksikan oleh warga lain yang sementara duduk menikmati malam minggu.

“Mereka (para pedagang kondom) hanya berjualan malam minggu,” kata salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di lokasi.

Apakah para pedagang kondom itu dari instansi resmi pemerintah?

“Bukan, mereka itu dari komunitas Waria,” terang salah satu wanita malam, sebut saja Melati, yang kebetulan duduk dekat tim.

Harga jual tidak berbeda dengan yang dijual di tempat – tempat lain (Apotik atau toko lainnya).

Masih seputar penjualan kondom, Melati membisikan kata – kata yang cukup mengejutkan.

“Biasanya, bisa diambil dulu, bayarnya nanti, bisa sebentar, bisa juga malam minggu depan” ucapnya.

Hal itu biasa dan tidak memberatkan yang berdagang.

Di katakan Melati, pembayaran biasa dilakukan saat mereka kembali usai ‘olaharaga malam’ dan atau si Waria selesai mendapatkan ‘orderan langka.’

Hingga Melati beranjak dari tempat duduk (karena memang tidak terjadi transaksi), proses jual beli alat pengaman masih berlangsung dengan aman dan lancar.

Meski tujuannya baik, tetap saja, cara bertransaski seperti itu tidak selayaknya dilakukan di tempat terbuka.

Ini bukan sedang berdagang permen, tapi berjualan produk yang seharusnya tidak diketahui masyarakat luas, apalagi sampai disaksikan anak di bawah umur karena berlangsung di area yang menjadi fasilitas publik.

Fian

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop