Tangkere Desak Dugaan Kasus Asusila Kadis PMD Dituntaskan

Anggota DPRD Bolmong Marthen Tangkere

BOLMONG,Manadonews.co.id-.Dugaan kasus tindak asusila kepada salah satu siswi sekolah menengah atas yang sedang mengikuti Pendidikan Sistem Ganda (PSG) oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bolmong mendapat tanggapan serius dari Anggota Legislatif (Aleg) Marthen Tangkere dari Fraksi Golkar.

Menurut Tangkere, dirinya sangat menyesalkan jika perbuatan tersebut benar-benar terjadi.

“Patut disesali. Apalagi ini dilakukan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi panutan,”ujar Tangkere, Sabtu (8/2/2020).

Dirinya meminta kepada Sekda Bolmong selaku panglima ASN untuk segera mengevaluasi karena pejabat dipercayakan bupati untuk membangun daerah serta membantu kinerja bupati.

“Ibu bupati melalui sekda harus segera mengambil sikap karena ini public figur yang dipercayakkan untuk memimpin dinas, badan, bagian atau bidang. Kalau seorang pejabat eselon II yang tidak bermoral, maka patut dipertanyakan,” jelasnya.

Ditambahkan, pernyataannya ini tak ada unsur subyektifitas suka dan tak suka, tapi terkait persoalan yang terangkat.

“Saya katakan ini terkait persoalan yang terangkat. Kalau terbukti, yah harus nonjob,” tutup Tangkere.

Baca Juga:  Kesbangpol Bolmong Percepat Proses SK Pemberhentian 3 Aleg Bolmong

Senada, Masri Daeng Masenge yang adalah Aleg dari Fraksi Nasdem meminta kepada pemerintah daerah agar permasalahan ini diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana yang telah tersirat dalam kode etik asn.

Bahwasanya asn harus berintegritas, bermoral yang baik, serta memberi contoh teladan dalam masyarakat. Kasus ini sudah ada laporan polisi. Maka untuk itu kami mendesak pemerintah daerah menseriusi akan masalah ini, mengingat anak dibawah umur.

“Olehnya wajib pemerintah melindunginya. Jangan kemudian hanya dibiarkan seakan-akan ada sesuatu,” tegas Masri.

Dilain pihak, Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Bolmong, Umarudin Amba, saat dikonfirmasi terkait adanya laporan dugaan tindak asusila oleh oknum pejabat di lingkup Pemkab Bolmong, mengatakan bahwa pihaknya sampai hari ini belum menerima laporan kasus tersebut.

“Kami belum menerima laporan sama sekali, seharusnya jika memang benar adanya kasus itu, harus juga dilaporkan ke BKPP dulu,” kata Amba.

Walaupun sudah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsek Lolak, namun Kepala DPMD Bolmong masih menjabat.

“Jika tidak ada laporan kami tidak bisa melakukan tindakan disiplin lewat sidang kode etik, jadi sampai saat ini yah masih menjabat,” tambah Amba.

Baca Juga:  Tunanetra Ini Bicara Insting Hidup dan Mati

Sebelumnya Kapolsek Lolak, AKP AR Faudji membenarkan bahwa Kadis PMD tersebut telah dilaporkan pada tanggal 23 Januari dan berkas laporan sudah pada tahap gelar perkara.

“Laporan ada tapi dalam tahap penyelidikan, semua sudah di BAP mulai dari korban saksi-saksi, tinggal kita akan gelar perkara,” ungkap Faudji, Kamis (6/2/2020).

Sementara itu, Kepala DPMD Bolmong, Ahmad Yanni Damopolii saat ditanyai membantah jika dirinya melakukan tindak asusila kepada siswi PSG.

“Itu tidak benar jika saya melakukan tindak asusila, kejadiannya disaat siswi itu masuk ke ruangan, saya hanya memegang tangannya saja, tidak ada hal yang aneh, akan tetapi setelah keluar ruangan siswi ini menceritakan ke teman PSG lainnya,” ungkapnya.

Untuk masalah tersebut kata Damopolii, sudah dimediasi dengan cara kekeluargaan.

“Saya sudah kerumah siswi tersebut dan menjelaskan semua ke orang tuanya, dan sudah selesai dengan cara kekeluargaan,” tutupnya.
(Stvn)