Kejadian di Indonesia Banyak Orang Iri Hati kemudian Mengacau ternyata Sama yang Dialami Paulus dan Silas di Tesalonika

Tombulu, Manadonews.co.id – Presiden Amerika Serikat ke 16, Abraham Lincoln, adalah sosok yang sangat dihormati karena berhasil menghapus perbudakan.

Dijelaskan orientator Eunike Sumenge, S.Th, Abraham Lincoln dari awal mengkampanyekan demokrasi harus dimanfaatkan dengan baik untuk kebaikan bersama.

“Demokrasi menurut Abraham Lincoln harus menguntungkan dan bermanfaat bagi semua orang,” terang Eunike Sumenge ketika memimpin ibadah Minggu (23/8/2020) pagi, di jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa.

Pembacaan Alkitab sesuai MTPJ GMIM, Kisah Para Rasul 17: 1-9, dengan judul “Keributan di Tesalonika”.

Demokrasi di Indonesia menjamin kebebasan mengemukakan pendapat. Namun kebebasan harus membangun bukan menjatuhkan. Kebebasan bukan untuk memfitnah.

“Di Indonesia kebebasan mengemukakan pendapat dimanfaatkan oleh orang-orang sakit hati, dengan alasan mengkritisi pemerintah tapi sebaliknya ingin menjatuhkan,” jelas Eunike.

Pembacaan Alkitab ceritakan Rasul Paulus bersama Silas di Tesalonika mewartakan kebenaran Injil Yesus Kristus.

Diajarkan oleh Paulus dan Silas bahwa Mesias harus menderita, Mesias bangkit di antara orang mati dan Yesuslah sang Mesias itu.

Baca Juga:  Hasil Rakor Jadi Rujukan PNS Yang Terlibat Kasus

“Ajaran Paulus dan Silas diikuti banyak orang termasuk orang Yunani, namun tidak bagi orang-orang Yahudi,” tukas Eunike.

Merasa iri hati dan tidak menerima kabar kebenaran maka orang-orang Yahudi dibantu petualang-petualang pasar alias preman pasar melakukan keributan dan mengacaukan kota.

Ketika menyerbu rumah Yason, orang-orang Yahudi itu tidak menemukan Paulus dan Silas maka mereka menyeret Yason.

“Mereka menghasut dan memprovokasi semua orang untuk membenci Paulus dan Silas,” kata Eunike.

Menurut Eunike Sumenge, kejadian yang dialami Paulus dan Silas di Tesalonika juga sering terjadi di Indonesia.

“Oleh kelompok dan pihak tertentu sengaja menentang kebenaran. Jadilah seperti Paulus dan Silas yang berani bersaksi tentang Yesus dan jadilah seperti Yason yang bermurah hati melayani Tuhan,” terang Eunike.

Hendaklah orang Kristen tidak melakukan hal yang sama seperti dilakukan orang-orang Yahudi melakukan keributan dan provokasi.

Terutama menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 umat Tuhan berkewajiban bersama-sama jaga keamanan dan kenyamanan bangsa dan negara.

“Kemerdekaan yang diraih bermakna harus dimanfaatkan seluruh rakyat Indonesia untuk membangun dan menghadirkan damai sejahtera Allah,” pungkas Eunike Sumenge.

Baca Juga:  Sambut Natal: Yang Begini boleh Diulang-ulang

Turut hadir, Ketua BPMJ, Pdt. Welly Pudihang, S.Th, Pdt. Veronica Sendow, S.Teol, Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, Guru Agama (GA) Fenny Mamuaja, S.PAK, Wakil Ketua BPMJ, Pnt. Jopie Warbung, Sekretaris Pnt. Drs. Dolvie Palit, Bendahara Sym, Dra. Meiske Pangemanan, pelayanan khusus (Pelsus) dan jemaat Kolom 1 hingga 14.

Proses ibadah tetap mematuhi protokol kesehatan, sebelum masuk gedung gereja jemaat wajib cuci tangan pakai sabun dan pengecekan suhu tubuh, duduk jaga jarak, dan keluar gereja kembali cuci tangan. (YerryPalohoon)


Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
705 votes

This will close in 10 seconds