Manado – Aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi terjadi di seluruh Indonesia.
Tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Utara, banyak elemen masyarakat terdiri organisasi buruh, mahasiswa, LSM, hingga sopir, menyuarakan aspirasi penolakan.
Sekretariat DPRD Sulut di Kairagi jalan raya Manado-Bitung tak luput dari aksi demontrasi.
Fraksi Partai Demokrat, salah-satu yang menerima aksi demonstrasi secara tegas ikut menolak kenaikkan harga BBM bersubsidi.
“Sudah sangat jelas, Fraksi Partai Demokrat menolak secara tegas kenaikan harga BBM. Rakyat sedang susah, baru saja diserang pandemi covid dan ekonomi mulai pulih tapi sekarang harga BBM naik. Ini tentu saja sangat menyusahkan rakyat. Partai Demokrat akan terus berkoalisi dengan rakyat,” ujar anggota fraksi Billy Lombok didampingi Henry Walukow dan Kristo Lumentut ketika menerima massa aksi di DPRD Sulut beberapa hari lalu.
Sementara legislator PSI Melky Jakhin Pangemanan (MJP) yang bergabung di Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan bahwa kenaikkan harga BBM sudah melalui kajian matang pemerintah.
“Perlu ada diskusi terkait kenaikan harga BBM. Pemerintah telah mempertimbangkan dengan matang, kenaikan harga BBM banyak kajian yang sudah dilakukan pemerintah dan ingat semua rezim selalu ada kenaikan harga BBM,” tukas Melky Pangemanan.
(***/JerryPalohoon)












