MANADO,MANADONEWS.CO.ID– Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang diselenggarakan di Makorem 131/Santiago, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (20/5/2026). Mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Danrem menyerukan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda di tengah masifnya tantangan era digital.
Kegiatan ini diikuti oleh Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto, Kasiren Korem 131/Santiago Kolonel Inf Wasono Handayani, para Kasi Kasrem 131/Santiago, para Kabalak Ajudam XIII/Merdeka, para Perwira Staf, Bintara, Tamtama dan ASN Korem 131/Santiago.
Dalam amanatnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid yang dibacakan oleh Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip selaku Inspektur Upacara, menekankan bahwa kedaulatan bangsa saat ini tidak lagi sebatas perlawanan fisik atau teritorial. Tantangan terbesar telah bertransformasi ke dalam bentuk penguasaan teknologi, literasi digital, serta perlindungan anak-anak dan generasi penerus dari dampak negatif internet.
“Tunas bangsa adalah aset paling berharga yang akan menentukan arah masa depan Indonesia,” ujar Danrem.
Mantan Danrindam XII/Tanjung Pura itu, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum kebangkitan tahun ini sebagai batu loncatan dalam memperkokoh solidaritas sosial, meningkatkan literasi informasi, serta bersama-sama mewujudkan visi besar Asta Cita.
“Saya imbau seluruh jajaran prajurit, PNS Korem 131/Santiago, dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menjadikan semangat Harkitnas sebagai energi positif. Menjaga generasi muda (tunas bangsa) sangat krusial sebagai fondasi dalam menyongsong masa depan Indonesia yang maju dan berdaulat,” pungkasnya.
Pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon agar semangat persatuan yang dicetuskan oleh Boedi Oetomo pada 1908 tetap membakar jiwa patriotisme masyarakat dalam menyongsong Indonesia yang berdaulat. (Regina.TS)












