Berita TerbaruBerita Utama

Iman dan Teknologi: Dua Sayap Kemajuan Sulawesi Utara

×

Iman dan Teknologi: Dua Sayap Kemajuan Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini

Di tengah derasnya arus transformasi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat, banyak orang memandang bahwa kemajuan teknologi akan mengikis nilai-nilai spiritual.

Seolah-olah, semakin modern seseorang, semakin jauh pula ia dari iman. Pandangan seperti ini justru dipatahkan oleh pesan yang disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, saat berbicara di hadapan ribuan peserta Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM 2026.

MANTOS

Pesannya sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam.

Teknologi memang memaksa manusia bertumbuh lebih cepat, namun jangan sampai kehilangan arah. Gereja, menurutnya, harus menjadi tempat mengasah iman agar generasi muda mampu menghadapi tantangan global dengan karakter yang kokoh.

Pernyataan ini layak mendapat perhatian karena menawarkan cara pandang yang relevan dengan tantangan zaman. Dunia kini berada dalam situasi polycrisis, ketika krisis ekonomi, perubahan iklim, konflik geopolitik, disrupsi teknologi, hingga ancaman keamanan siber saling berkaitan dan memengaruhi kehidupan masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Dunia juga membutuhkan manusia yang memiliki integritas, empati, serta kompas moral yang kuat.

Teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Nilainya ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. Kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mempercepat pelayanan kesehatan, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan membuka peluang ekonomi baru.

Namun teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan penipuan digital, hingga merusak kehidupan sosial apabila tidak disertai tanggung jawab moral.

Karena itu, iman dan teknologi bukanlah dua kutub yang saling bertentangan. Justru keduanya harus berjalan beriringan. Teknologi memberikan kemampuan, sedangkan iman memberikan arah.

Teknologi mempercepat langkah manusia, sementara nilai-nilai spiritual memastikan langkah itu tetap berada di jalur yang benar.

Pesan tersebut menjadi penting bagi Sulawesi Utara yang sedang berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Daerah ini memiliki bonus demografi yang besar, generasi muda yang kreatif, serta peluang ekonomi yang terus berkembang melalui sektor digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Namun semua potensi itu hanya akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan apabila dibangun di atas karakter yang kuat.

Ajakan Gubernur Yulius kepada Pemuda GMIM untuk menjadi “generasi petarung” bukanlah ajakan untuk menghadapi tantangan dengan konfrontasi, melainkan menjadi generasi yang tangguh, adaptif, inovatif, dan tetap menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai fondasi kehidupan.

Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, karakter justru menjadi keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh mesin maupun algoritma.

Pidato tersebut juga mengingatkan bahwa gereja dan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya. Keduanya harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijaksana dalam menggunakan ilmu pengetahuan.

Sebab bangsa yang maju bukan hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, melainkan juga dari kualitas manusia yang mengendalikannya.

Pada akhirnya, masa depan Sulawesi Utara tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat masyarakat menguasai teknologi, tetapi juga oleh seberapa kuat mereka menjaga nilai-nilai kejujuran, kepedulian, disiplin, dan iman.

Ketika keduanya berjalan seiring, maka kemajuan bukan hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melahirkan peradaban yang lebih bermartabat.

Di era digital, yang dibutuhkan bukan memilih antara iman atau teknologi. Yang dibutuhkan adalah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi dengan hati nurani, sehingga setiap inovasi benar-benar menjadi berkat bagi sesama.

Itulah esensi dari pesan Gubernur Yulius Selvanus: membangun sumber daya manusia yang unggul bukan hanya dengan kecerdasan, tetapi juga dengan karakter dan iman yang kokoh. (Jan)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop