Olly Dondokambey Bicara UN dan Tanggung-jawab Guru di Ibadah Natal Dinas Pendidikan

Paduan suara SMA Negeri 9 Manado

Manado – Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, mengatakan bahwa ibadah menyambut Natal merupakan momentum pertemuan sesama rekan, kepala sekolah dan seluruh pegawai dinas.

Hal tersebut dikatakan Olly Dondokambey pada Perayaan Natal Yesus Kristus Keluarga Besar Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara 2019 di Aula Mapaluse Kantor Gubernur, Selasa (17/12/2019) sore.

Pujian anak-anak panti tunanetra SLB Bartolomeus

“Sudah kesekian kali saya hadir di ibadah menyambut Natal. Intinya satu, bahwa Yesus Kristus datang memberi hidup. Yesus datang untuk menghapus dosa manusia dan memberi jaminan keselamatan,” terang Olly Dondokambey.

Olly Dondokambey mengingatkan peran para guru memiliki tanggungjawab moral mempersiapkan generasi muda unggul.

“Ranking ujian nasional Sulut urutan tiga dari bawah, namun kita patut bersyukur karena hasil tersebut adalah hasil murni karena nilai yang diperoleh bebas dari campur tangan guru,” jelas Olly Dondokambey.

Refleksi Natal SMA Kristen 2 Binsus Tomohon

Olly Dondokambey mengungkapkan rencana pemerintah melalui menteri pendidikan nasional akan menghapus ujian nasional akan menjadikan guru di garda terdepan peningkatan sumber daya manusia (SDM) generasi muda.

“Ketika nanti UN dihapus maka tanggung-jawab besar ada di pundak guru. Kelulusan siswa sepenuhnya menjadi tanggung-jawab guru menjadi bagian dari implementasi sukacita Natal yang setiap tahun kita rayakan,” tukas Olly Dondokambey.

Baca Juga:  Olly Hadiri HUT ke- 2 GMIM Yesus Memberkati
Penampilan anak-anak berkebutuhan khusus dari SLB Agca Center

Sebelumnya, Ketua Sinode GMIM, Pdt. Dr. Hein Arina MTh, saat khotbah menjelaskan seyogyanya umat percaya sambut Natal dengan kebahagiaan. Makna Natal sebenarnya terpancar dari kehidupan keluarga yang bersukacita.

“Sungguh berbahagia saya memberikan refleksi pada ibadah menyambut Natal keluarga besar dinas pendidikan daerah Sulawesi Utara pada minggu advent ketiga,” kata Pendeta Hein Arina yang mengambil pembacaan alkitab, Lukas 1: 46-56.

Diiringi grup musik kolintang SMA Negeri 1 Tomohon

Pendeta Hein Arina mengajak kepada para pelayan firman dalam khotbah Natal tidak hanya mengajarkan dogma dan tradisi gereja.

“Saya berikan refleksi empirik yang menjadi kebutuhan jemaat. Belajar tentang prilaku hidup,” tandas Pendeta Hein Arina.

Gubernur Olly Dondokambey, Asisten 1 Edison Humiang dan Kadis Pendidikan Grace Punuh, bersama penerima bingkisan Natal dan penerima beasiswa S1, S2 dan S3

Di kesempatan ini, Pendeta Hein Arina mengingatkan pentingnya kesinambungan hidup umat percaya melalui keturunan yang dilahirkan dari keluarga-keluarga Kristen yang berkualitas.

“Di negara-negara luar lagi tren single family. Anak jangan hanya satu atau dua, kalau boleh lima atau tujuh. Ungkapan bahwa banyak anak hidup susah itu tidak benar. Peran keluarga mendidik dan mengajar menghasilkan keturunan berkualitas,” tegas Pendeta Hein Arina.

Baca Juga:  Momentum HUT Ke-61,Pangdam XIII/Merdeka Bangga Pemilu Serentak 2019 Aman dan Sukses
424 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB se Sulut

Keluarga Kristen, menurut Pendeta Hein Arina, patut menyontohi Elisabeth dan Maria sebagai perempuan-perempuan hebat.

“Elisabeth bahkan di usia tua terus berdoa mendapatkan anak dan dikabulkan Tuhan. Persiapkan hati melalui keluarga masing-masing menyambut kedatangan Yesus Kristus kedua kali,” pungkas Pendeta Hein Arina.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara, Grace Punuh, melaporkan bahwa ibadah Natal dihadiri 424 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB se Sulut. Juga 3 perwakilan dari 364 penerima beasiswa S1, S2, S3 dengan total bantuan senilai Rp. 1.7.055.000.

Ibadah menampilkan refleksi Natal SMA Kristen 2 Binsus Tomohon, pujian SLB Panti Bartolomeus, SLB Altis Agca Center, musik kolintang SMA Negeri 1 Tomohon, paduan suara SMA Negeri 9 Manado dan Pdt. Nico Rarumangkay sebagai pembawa liturgi.

(YerryPalohoon)