Tampatty Minta Rencana PSBB Total Jakarta Harus Koordinasi Semua Pihak

Tomy Tampatty,SH

JAKARTA,Manadonews.co.id-.Kabar terkait penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di Jakarta yang akan ditetapkan pada tanggal 14 September 2020 esok mendapat tanggapan dari Pengurus Rukun Warga (RW) 06 Kelurahan Kebon Sirih Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Hal ini seperti yang tertuang pada surat terbuka untuk Gubernur Jakarta, Anies Baswedan yang ditandatangani oleh Tomy Tampatty,SH selaku Ketua RW.06 Kelurahan Kebon Sirih Kecamatan Menteng, Jumat (11/9/2020).

Menurut Tampatty, bahwa dengan memperhatikan hasil pemberlakuan PSBB sebelumnya, maka dirinya selaku Organ Masyarakat ditingkat RW ingin menyampaikan tanggapan dan saran, bahwa pada prinsipnya selaku Pengurus RW dan warga sangat mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19, namun kami TIDAK MENDUKUNG jika PSBB Total diberlakukan kembali.

“Kami tak mendukung karena hal ini sangat berdampak buruk terhadap kegiatan perekonomian warga,” katanya.

Ditambahkan, bahwa dampak dari penerapan PSBB masa lalu banyak warga/pekerja yang mengalami PHK demikian juga dengan kegiatan usaha perekonomian warga banyak yang tutup dan kondisi ini berdampak pada beban hidup warga menjadi semakin sulit dan tingkat STRES warga menjadi tinggi dan kondisi inilah yang membuat IMUNITAS tubuh warga menjadi menurun dan warga mudah terserang VIRUS CORONA.

Baca Juga:  Bawaslu Rilis Tingkat Kerawanan Pemilihan Kepala Daerah 2020

Dengan pertimbangan diatas, pihaknya menyarankan agar rencana penerapan PSBB Total tersebut dibatalkan dan digantikan dengan PSBDT(Penerapan Sosial Berskala Disiplin Tinggi) dengan memaksimalkan aparat melakukan tindakan hukum kepada siapapun yang tidak melakukan 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman dan Mencuci Tangan).

“Mengingat keputusan pemberlakuan PSBB sangat berdampak pada aspek sosial dan ekonomi maka sebaiknya Gubernur Jakarta yang notabene perpanjangan tangan dari pemerintah pusat harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” jelas Tampatty merupakan putra kawanua yang berkarir di Jakarta.

“Tak hanya pemerintah pusat, semua pemangku kepentingan juga harus koordinasi dalam setiap mengambil keputusan,” tutup  Tampatty.

Sebelumnya juga, rencana PSBB Total Jakarta mendapat kritik dari Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat sebuah artikel pendek yang dia beri judul “Rem Blong Ugal-ugalan Sang Gubernur”.

Dikutip dari Jppn.com, lewat artikel itu, Ferdinand mengawali tulisannya dengan menyampaikan hal paling mengkhawatirkan dari kebijakan Anies Baswedan menerapkan kembali PSBB total mulai Senin (14/9) besok.

Baca Juga:  Sambut Orang Manado Mudik, Atlantis Pub&Party Club Gelar Special Event "PULKAM"

“Jangan-jangan dampak kerusakan akibat ulah ugal-ugalan Gubernur Jakarta ini terhadap Jakarta dan Indonesia jauh lebih berbahaya daripada dampak kerusakan oleh virus corona yang menakutkan. Sembari berharap ini hanya kekhawatiran saya pribadi dan bukan kekhawatiran anak-anak bangsa ini,” tulis Ferdinand, Minggu (13/9).

Sementara itu, Orang terkaya RI dengan kekayaan Rp 277,83 triliun versi Forbes, Budi Hartono ikut angkat bicara mengenai PSBB tersebut,

Dikutip dari Kompas.com, dalam suratnya kepada Presiden RI Joko Widodo, pemilik Djarum Group ini mengutarakan ketidaksetujuannya, karena memberlakukan PSBB bukan langkah yang tepat.

Ada beberapa alasan yang diutarakan Budi Hartono. Salah satu alasannya adalah PSBB terbukti tidak efektif menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi di Jakarta.

Dia pun tak segan melampirkan diagram pertumbuhan infeksi yang masih meningkat saat PSBB. Negara yang berhasil menurunkan tingkat infeksi justru melalui measure. circuit breaker.

“Di Jakarta meskipun pemerintah DKI Jakarta telah melakukan PSBB, tingkat pertumbuhan infeksi tetap masih naik,” tulis Budi Hartono dalam suratnya yang diekspos dalam Instagram Mantan Duta Besar Polandia, Peter F Gontha, @petergontha, Minggu (13/9/2020).
(***/stvn)

Baca Juga:  Cuaca Tidak Mendukung,Pencarian Orang Hilang di Pulau Molosing Untuk Sementara Dihentikan

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
1370 votes

This will close in 10 seconds