ASN Mudik, Masyarakat Bisa Laporkan di sini

  • Whatsapp

Manado, MANADONEWS –
Pemerintah telah resmi melakukan pelarangan mudik hari raya. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya ldulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Peringatan tegas juga diberikan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Menteri PANRB mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN Dalam Masa Pandemi COVID-19.

Baru-baru ini, Kemenpan-RB kembali mengeluarkan surat dengan Nomor : 8/ 91/M.PP.03/2021. Surat yang diterima Manadonews.co.id ditujukan kepada Kepala Daerah se-Indonesia.

Ada pun yang perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Agar setiap lnstansi Pemerintah Pusat dan Daerah melakukan pemantauan, antisipasi dan merespon cepat aduan baik terkait Peniadaan Mudik Hari Raya ldulfitri Tahun 2021 maupun Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN dengan memanfaatkan fasilitas pengaduan berbasis elektronik SP4N LAPOR!

Baca Juga:  Melayat, ROR - RD Sampaikan Ucapan Duka atas Berpulangnya Ibunda Kadis Kominfo

2. Agar Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah yang merupakan simpul/hub koordinasi pengelolaan pengaduan seperti Kementerian Koordinator, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian BUMN, Pemerintah Provinsi dan Ombudsman RI aktif menjalankan perannya dalam pemantauan dan antisipasi kegiatan tersebut.

3. Agar admin SP4N LAPOR! memaksimalkan penggunaan semua kanal pengaduan dan melakukan pengelompokan dengan kata kunci seperti “LARANGAN MUDIK ASN” dan/atau menggunakan subdomain pada link LAPOR!

Masyarakat bisa melaporkan ke Kementerian PANRB melalui kanal pengaduan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).

Laporan bisa dikirimkan dengan menyertakan nama ASN, instansi dan satuan kerja, lokasi, dan buktinya. Hal ini bisa disampaikan melalui laman lapor.go.id, SMS 1708, atau aplikasi SP4N-LAPOR! pada sistem Android dan iOS.

Diketahui, pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah ini berlaku selama 6-17 Mei 2021. ASN diharapkan menjadi contoh dan mengajak keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya tidak mudik.

Sebelumnya juga, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menghimbau ASN dan TNI-Polri untuk menjadi pelopor.

Baca Juga:  Nevri Kembangkan Jualan Ikan Melalui Medsos

“Itu prinsip. Saya kira ASN, TNI-Polri itu menjadi pelopor untuk mengajak keluarga, kerabat dan tentangga agar tidak mudik. Untuk memotong rantai virus corona,” kata di Kantor Gubernur Sulut saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Manado, Senin (12/4) lalu.

“Jika itu bisa diwujudkan bisa menjadi lebih bagus. Tahun kemarin, walaupun ada sekat-sekat, sudah ada karantina tingkat positif di atas 9 persen. Dan ini kita tegas. Jika ada ASN yang nekat dan melawan, ya diberi sanksi. Bisa sanksi copot jabatan, bisa juga dikurangi tunjangan kinerjanya,” tegasnya.

(Youngky)

Pos terkait